Belajar IPA mengajak kita
mempelajari alam dan sekitarnya. Karena IPA terdiri atas fisika, biologi dan
kimia.
Banyak hal menarik yang dapat dipelajari dalam IPA yaitu mengenai zat
dan materi, makhluk hidup, dan tata surya. Sebagai seorang pengajar, kita
diharapkan mampu menyampaikan materi tersebut dengan baik dan mudah dipahami
oleh siswa. Guna memaksimalkan pemahaman siswa dalam mempelajari Interaksi
Makhluk Hidup di SMP N 13 Krui, maka penulis memilih lingkungan sebagai sumber
belajarnya, karena lokasi sekolah berada di desa dan dekat dengan sawah.
Dalam pelajaran IPA mengenai
Interaksi Makhluk Hidup, siswa diharapkan mampu menjelaskan konsep lingkungan
dan komponen-komponennya, melakukan pengamatan lingkungan dan mengidentifikasi
komponen biotik dan abiotik serta mampu menjelaskan pola interaksinya.
Untuk mempelajari materi ini,
akan lebih mudah jika siswa diajak terjun langsung ke lingkungan. Nah,
berbicara mengenai lingkungan ini, siswa selain berinteraksi dengan makhluk
hidup lainnya, siswa juga berinteraksi dengan benda-benda tak hidup. Hubungan kehidupan
dari lingkungan hidup digambarkan ekosistem. Ekosistem merupakan interaksi yang
kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Komponen pembentuk ekosistem
meliputi komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Di
lingkungan siswa dengan mudah menemukan komponen-komponen biotik dan komponen
abiotik. Di lingkungan siswa bisa menemukan komponen biotik berupa tanaman :
padi, bunga, pohon mangga, pisang, dll. Sedangkan untuk komponen abiotiknya
siswa bisa menemukan berbagai komponen diantaranya batu, tanah, udara, cahaya.
Antara komponen biotik dan abiotik terdapat hubungan timbal balik diantaranya
antara tanah dengan tanaman (pohon). Tanaman tidak akan tumbuh dengan baik jika
tanahnya tidak subur. Begitu juga tanaman juga memberikan pengaruh terhadap
komponen abiotik yaitu udara, jika tanamannya banyak tentu udaranya akan sejuk
dan segar.
Dengan lingkungan sebagai sumber
belajar, siswa akan mudah mencapai sasaran pembelajaran yang diharapkan, siswa
lebih mengenal dan mencintai lingkungan, membuat belajar lebih nyata tanpa
banyak mengeluarkan biaya, membuat siswa lebih mudah dalam belajar sehingga
dapat merasa bahwa pembelajaran lebih bermakna. Dengan demikian, pengajar juga
dimudahkan dalam penyampaian materi karena terbantu oleh lingkungan yang ada,
sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
“Alat Peraga Dalam Pembelajaran
IPA”. Alat peraga dalam pengajaran IPA memegang peranan penting sebagai alat
bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dalam kaitannya dengan
pengajaran IPA, keberadaan alat peraga jelas mempunyai pengaruh terhadap
keberhasilan belajar mengajar. Pengajaran pada dasarnya adalah suatu proses
terjadinya interaksi guru siswa melalui kegiatan terpadu dari dua bentuk
kegiatan, yaitu kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru. Alat peraga
merupakan sesuatu yang digunakan untuk mengkomunikasikan materi pembelajaran
agar terjadi proses belajar. Prinsip penggunaan alat peraga dalam pembelajaran
merupakan alat yang paling baik dan sangat mendukung dalam proses pembelajaran.
Manfaat penggunaan alat peraga
bagi siswa adalah:
a. Memusatkan perhatian siswa,
b. Menarik minat siswa untuk
belajar,
c. Mempermudah penguasaan materi
pelajaran,
d. Merangsang daya fikir dan
nalar siswa,
e. Meningkatkan daya imajinasi
dan kreatifitas siswa.
Manfaat penggunaan alat peraga
bagi guru adalah :
a. Mempermudah penyampaian materi
pelajaran yang bersifat abstrak,
b. Memperluas cakupan materi
pelajaran,
c. Mempermudah pencapaian tujuan
pembelajaran,
d. Menciptakan suasana
pembelajaran kondusif,
e. Menghindari pembelajaran
verbalisme,
f. Menciptakan pembelajaran
efektif dan efisien.







0 comments:
Post a Comment