Squad, kalau kamu biasa minum
kopi, maka lama kelamaan kamu akan sampai pada tahap dimana jika kamu tidak
minum kopi, maka hidupmu hampa.
Itu adalah dampak yang dihasilkan dari zat yang
disebut dengan zat adiktif. “tapi kan, zat adiktif itu narkoba?” Belum
tentu Squad, zat adiktif itu nggak cuma ada di narkoba. Biar kamu lebih paham,
yuk kita belajar apa saja yang termasuk dalam golongan zat adiktif!
Selain kopi, jika kamu rajin
minum teh setiap hari, maka kamu akan merasakan efek yang kurang lebih sama seperti
kopi. Hidupmu akan hampa dan kurang bermakna (aseek). Hal ini dikarenakan teh
juga memiliki zat adiktif yang terkandung di dalamnya.
Zat ini akan memengaruhi kerja
tubuh kamu. Jika kamu tidak mengonsumsinya dalam jangka waktu tertentu, maka
tubuh kamu akan seperti kehilangan sesuatu, kemudian mengirimkan perintah ke
otak untuk mengonsumsi zat tersebut.
Menurut definisi para
ilmuwan, zat adiktif adalah zat aktif yang jika dikonsumsi oleh organisme
hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan efek
ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan.
Jika sudah pada tahapan terparah,
maka menghentikan konsumsi zat tersebut dapat menyebabkan rasa lelah yang
luar biasa atau sakit yang luar biasa. Zat ini bisa ditemukan secara alami,
semi sintetis atupun hasil dari sintetis murni.
Ilmuwan membagi zat ini menjadi 3
jenis , yaitu:
Zat adiktif bukan narkotika dan
psikotropika;
Zat adiktif narkotika;
Zat adiktif psikotropika;
Nah sekarang mari kita
pelajari ketiga jenis zat adiktif tersebut!
Zat Adiktif Bukan Narkotika dan
Psikotropika
Zat adiktif bukan narkotika dan
psikotropika adalah zat adiktif yang menghasilkan suatu reaksi biologis
pada tubuh, tetapi tidak menghilangkan kesadaran penggunanya. Biasanya zat
ini memengaruhi kerja tubuh seperti meningkatkan kewaspadaan,
melemaskan otot, atau sebagai anti depressan ringan.
Ada beberapa produk yang
mengandung zat ini dijual bebas, tapi ada beberapa pula yang dijual dengan
aturan yang lumayan ketat. Produk yang termasuk klasifikasi ini bisa kamu temui
dengan mudah, bahkan bisa kamu konsumsi setiap hari tanpa kamu sadari.
Kopi dan teh adalah produk yang
termasuk dalam kategori ini. Kafein yang terkandung di dalam kopi dan teh
(kopi memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi) dapat membuat kamu terjaga
dan berkonsentrasi dengan meningkatkan kewaspadaan pada otak.
Untuk barang yang dijual dengan
bebas terbatas biasanya termasuk ke dalam golongan antidepressant ringan,
misalnya rokok atau minuman beralkohol. Nikotin dalam rokok dapat membuat
penggunanya merasa terrelaksasi dan tenang, begitu pula dengan alkohol pada
minuman beralkohol (walaupun jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan
kondisi tidak sadar/mabuk).
Zat Adiktif Narkotika
Zat adiktif narkotika
adalah zat yang peredarannya dilarang di seluruh dunia dan tercantum
pelarangannya pada undang-undang. Zat ini jika dikonsumsi dapat
menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, menghilangkan
atau mengurangi rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan yang parah.
Zat ini bisa didapatkan dalam
bentuk alami dan bukan alami, selain itu bahan ini juga bisa disintetiskan
menjadi bahan yang lebih kuat.
Yang temasuk dalam golongan ini
di antaranya adalah opium, kokain, dan heroin.
Zat Adiktif Psikotropika
Zat adiktif psikotropika adalah
golongan zat yang masih termasuk kedalam zat yang dilarang dalam
undang-undang. Efek yang dihasilkan tidak terlalu berbeda dengan saudaranya
yang masuk dalam zat adiktif narkotika. Tetapi zat psikotropika lebih
memengaruhi sistem syaraf pusat dan merubah perilaku serta mental penggunanya.
Dari semua zat adiktif, pasikotropika
biasanya mempunyai bentuk produk yang lucu dan menarik, seperti permen
berwarna, atau perangko bergambar lucu-lucu
Yang termasuk dalam golongan ini
di antaranya adalah LSD, pil koplo, ekstasi, atau sabu-sabu.
Memang tidak semua zat
adiktif berbahaya untuk tubuh, tetapi, bagaimanapun juga, sesuatu yang
menyebabkan ketagihan tidak akan berakhir baik untuk tubuh kamu. Jika kamu suka
mengonsumsi kopi atau teh secara berlebihan, sebaiknya di kurangi, karena jika
kamu minum kopi atau teh menggunakan gula, bukan hanya kafein yang masuk ke
tubuh, tapi gula juga, dan gula bisa menjadi penyebab terjadinya obesitas atau
diabetes.
Sesuatu yang kamu konsumsi secara
wajar dan sesuai aturan pasti tidak akan merugikan kamu, tetapi jika kamu
memaksakan untuk menambah dosis yang kamu konsumsi secara terus menerus, maka
akan merugikan kamu.







0 comments:
Post a Comment